Jumat, 28 November 2014

HUBUNGAN ANTARA SELF CONTROL DENGAN INTERNET ADDICTION PADA MAHASISWA


Internet merupakan salah satu media yang sekarang ini banyak digemari oleh remaja. Internet menjadi suatu kegemaran tersendiri bagi remaja dalam mencari informasi terbaru dan menjalin hubungan dengan orang lain di beda tempat. Di zaman yang modern ini, penggunaan internet sangatlah diperlukan.

Perkembangan pengguna internet dari tahun ke tahun sangatlah tinggi. Sekarang lebih dari jutaan manusia di seluruh Indonesia telah menggunakan internet. Namun ada beberapa orang yang saat ini terkena salah satu dampak negatif dari penggunaannya. Tidak sedikit orang yang sangat bergantung pada internet sehingga individu kecanduan. Kecanduan internet bagi pelajar dapat diketahui melalui kegiatannya yang setiap hari setelah pulang sekolah atau malam hari banyak dijumpai remaja di depan komputer untuk melakukan internet. Internet telah membuat remaja kecanduan, karena di internet menawarkan berbagai fasilitas informasi, mainan, dan hiburan yang membuat remaja tidak ingin meninggalkan internet. Tanda-tanda remaja yang kecanduan internet, antara lain remaja merasa senang dengan internet, durasi penggunaan internet terus meningkat, menjadi cemas dan bosan ketika harus melalui beberapa hari tanpa internet.

Internet addiction adalah pemakaian internet secara berlebihan yang ditandai dengan gejala-gejala klinis kecanduan, seperti keasyikan dengan objek candu, pemakaian yang lebih sering terhadap objek candu, tidak memperdulikan dampak fisik maupun psikologis pemakaian dan sebagainya. Internet Addiction sebagaimana kecanduan obat-obatan, alkohol dan judi akan mengakibatkan kegagalan akademis, menurunkan kinerja, perselisihan dalam perkawinan bahkan perceraian. (Young, 1996b:20)

Internet Addiction Disorder (IAD) atau gangguan kecanduan internet meliputi segala macam hal yang berhubungan dengan internet seperti jejaring sosial, email, pornografi, judi online, game online, chatting dan lain-lain. Jenis gangguan ini memang tidak tercantum pada manual diagnostik dan statistik gangguan mental, atau yang biasa disebut dengan DSM, namun secara bentuk dikatakan dekat dengan bentuk kecanduan akibat judi, selain itu badan himpunan psikolog di Amerika Serikat secara formal menyebutkan bahwa kecanduan ini termasuk dalam salah satu bentuk gangguan. (Herlina Siwi, 2004:2)

Greenfield (dalam Young, 2007:3) menemukan bahwa pecandu online merasakan rasa perpindahan ketika online dan tidak mampu mengelola aspek-aspek utama dari kehidupan mereka karena mereka keasyikan dengan online. Mereka mulai kehilangan tenggat waktu yang penting di tempat kerja, menghabiskan lebih sedikit waktu dengan keluarga mereka, dan perlahan-lahan menarik diri dari rutinitas normal mereka. Mereka mengabaikan hubungan sosial dengan teman-teman mereka, rekan kerja, dan dengan komunitas mereka, dan akhirnya, hidup mereka menjadi tidak terkendali karena internet. Seperti kecanduan, mereka menjadi dikonsumsi dengan kegiatan internet mereka, lebih memilih game online, chatting dengan teman online, atau perjudian melalui internet, secara bertahap mengabaikan keluarga dan teman-teman dalam pertukaran untuk waktu soliter di depan komputer.

Hasil suatu pendapat online oleh salah satu internet provider di Jerman, yang diikuti oleh sekitar 1900 responden, menyatakan bahwa sekitar 12% responden menghabiskan waktu lebih dari 10 jam sehari untuk online, dan sekitar 13% responden mengaku menghabiskan waktu 6-10 jam sehari untuk online. Di China, sekitar 6,4% mahasiswanya mengalami kecanduan internet. Rata-rata, mereka menghabiskan 38,5 jam dalam seminggu untuk online. Sedangkan di Finlandia, banyak remaja yang sedang menjalani wajib militer terpaksa dipulangkan, karena internet addiction, dan tidak dapat beradaptasi dengan baik dengan remaja-remaja lainnya. (Irawati, iprillia.multiply.com).

Ditemukan kasus di Amerika dimana seseorang harus tidak lulus karena tidak pernah menghadiri kelas untuk sibuk berinternet. Sedangkan untuk kasus di dalam negeri sendiri adalah seorang gadis usia 12 tahun kabur dari rumahnya selama 2 minggu, selama itu gadis tersebut mengaku tinggal disebuah warnet untuk memainkan game online (sumber: Media Indonesia, 2008:7).

Seorang pakar psikolog di Amerika David Greenfield menemukan sekitar 6% dari pengguna internet mengalami kecanduan. Orang-orang tersebut mengalami gejala yang sama dengan kecanduan obat bius, yaitu lupa waktu dalam berinternet. Kebanyakan orang yang kecanduan internet ini dikarenakan mereka menemukan kepuasan di internet, yang tidak mereka dapatkan di dunia nyata. Internet telah membuat remaja kecanduan, karena di internet menawarkan berbagai fasilitas informasi, mainan, dan hiburan yang membuat remaja tidak ingin meninggalkan internet. Kebanyakan mereka terperangkap pada aktivitas negatif seperti games, judi dan sex online walaupun tidak semua.

Pecandu internet tidak dapat menghentikan keinginan untuk online sehingga kehilangan kontrol dari penggunaan internet dan kehidupannya (Young, 1996b, 21). Internet addiction sebagaimana kecanduan obat-obatan, alkohol, dan judi akan mengakibatkan kegagalan akademis, menurunkan kinerja, perselisihan dalam perkawinan bahkan perceraian.

Ketidakmampuan seseorang dalam mengontol diri untuk terkoneksi dengan internet dan melakukan kegiatan bersamanya adalah cikal bakal dari lahirnya bentuk kecanduan ini, bahkan di Amerika Serikat sendiri telah berdiri panti rehabilitasi untuk menyembuhkan bentuk kecanduan khusus internet. Kebiasaan yang tidak terkendali memang terkadang dapat menimbulkan petaka tersendiri bagi diri kita, dengan tidak bisa mengatur lamanya durasi berinternet, menghabiskan waktu dan menghancurkan semua tanggung jawab dalam kehidupannya.

Menurut Chaplin, (2001:450) self control sebagai kemampuan untuk membimbing tingkah laku sendiri, kemampuan untuk menekan, merintangi impuls-impuls atau tingkah laku impulsif. Di mana self control ini penting untuk dikembangkan karena individu tidak hidup sendiri melainkan bagian dari kelompok masyarakat. Individu mampu mengontrol diri berarti individu memiliki self control. Gangguan self control pada remaja yang menimbulkan kecanduan pada internet merupakan gangguan yang dideskripsikan sebagai gangguan kontrol pada hasrat atau keinginan untuk mengakses internet tanpa melibatkan penggunaan obat atau zat adiktif.

Pengguna internet yang mempunyai self control yang tinggi akan mampu memandu, mengarahkan dan mengatur perilaku online. Setiap individu yang mempunyai kontrol diri yang tinggi dapat mampu mengatur penggunaan internet sehingga tidak tenggelam dalam internet, mampu menggunakan internet sesuai dengan kebutuhan, mampu memadukan aktivitas online dengan aktivitas-aktivitas lain dalam kehidupannya (Herlina Siwi, 2004, 9).

Penelitian Herlina (2004) mengenai hubungan kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan internet di Jogjakarta menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara kontrol diri dengan kecenderungan kecanduan internet. Kategori kontrol diri tergolong tinggi, sedangkan kategori kecanduan internet tergolong sedang. Hal ini dapat dipahami karena sebagian besar subjek penelitian menggunakan internet lebih dari satu tahun dengan lama online 4 sampai 5 jam per minggu. Selain itu internet masih merupakan alat komunikasi baru yang belum menjadi gaya hidup di Indonesia, khususnya di Jogjakarta. Internet sudah mulai banyak digunakan tetapi belum menjadi bagian dari kehidupan sehari-hari, salah satunya karena faktor biaya yang harus dikeluarkan untuk memperoleh jasa internet.

Hasil penelitian yang dilakukan oleh Rahayuning (2009) tentang hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada siswa Sekolah Menengah Pertama di Surakarta menunjukkan tidak ada hubungan antara kontrol diri dengan kecanduan internet pada siswa SMP sehingga kontrol diri tidak dapat dijadikan prediktor terhadap variabel kecanduan internet. Kategori kontrol diri tergolong tinggi, sedangkan kategori kecanduan internet tergolong sedang. Berdasarkan fenomena dan masalah yang timbul permasalahan tentang internet addiction yang berdampak negatif pada mahasiswa, baik dampak secara psikologis maupun kehidupan sosial remaja. Sehubungan dengan fenomena yang muncul dilapangan, maka penulis tertarik untuk mengkaji lebih dalam tentang apakah ada hubungan antara self control dengan internet addiction pada mahasiswa Fakultas Ilmu Pendidikan Semester 5 UNNES 2010/2011.

daftar pustaka : http://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/epj

Rabu, 12 November 2014

Pengalaman pertama menggunakan internet








 
Interconnection network (internet) adalah sistem global dari seluruh jaringan komputer yang saling terhubung. Internet berasal dari bahasa latin "inter" yang berarti "antara". Internet merupakan jaringan yang terdiri dari milyaran komputer yang ada di seluruh dunia. Internet melibatkan berbagai jenis komputer serta topology jaringan yang berbeda. Dalam mengatur integrasi dan komunikasi jaringan, digunakan standar protokol internet yaitu TCP/IP. TCP bertugas untuk memastikan bahwa semua hubungan bekerja dengan baik, sedangkan IP bertugas untuk mentransmisikan paket data dari satu komputer ke komputer lainya.

                Barusan adalah pengertian dari internet, internet sendiri saya pelajari saat saya MTs kelas 2 pada pelajaran aplikasi komputer, atau biasa di singkat APLIKOM. Pada awalnya saya mempelajari basic-basic computer seperi Microsoft word, Microsoft excel, sampai Microsoft power point. Sampai pada suatu hari saya di berikan tugas oleh guru saya untuk mengirim chat pada teman sekelas di ruang laboratorium computer. Setelah pelajaran selesai saya di berikan tugas rumah oleh bliau untuk mengirim email. Karena pada waktu itu saya tidak memiliki jaringan internet di rumah akhirnya saya menggunakan warung internet atau biasa di singkat warnet. Di sana saya mengerjakan tugas saya untuk mengirimkan email pada guru saya bersama teman-teman saya.

                Beranjak SMA saya makin sering bergelut dengan internet, dan pelajar seperti saya seperti di tuntut untuk bisa dan mampu mengoperasikan internet. Hampir setiap hari saya ke warnet dekat rumah untuk menggunakan internet baik mengerjakan tugas atau hanya untuk bermain media social. Sampai saat itu speedy sedang promo dan menawarkan jasa pemasangan internet ke rumah kami. Saya sangat senang dan meminta umi saya untuk memasangnya di rumah, pemasangannya mengunakan kabel telfon. Telfon sering terputus dan kabelnya terpasang sangat tidak rapi. Sedangkan saya sendiri menggunakan internet hampir seharian dari pulang sekolah sampai larut malam. Sampai aba dan umi memutuskan untuk tidak lagi menggunakan speedy karena harga yang semakin membengkak di tambah menggangu saluran telfon rumah kami.

                Sampai saya di perkenalkan dengan smartphone yang di sebut blackberry yang di berikan kaka saya untuk keberhasilan saya masuk SMA favorit di daerah kami. Namun saya masih belum mengerti dengan cara penggunaanya. Sampai saya di ajari oleh teman saya di facebook. Saat saya berkuliah saya makin sering menggunakan internet namun internet yang saya gunakan melalui mode. Modem ini sebenarnya sudah lama ada dan saya miliki. Namun, saat itu masih di gunakan kaka saya yang berkuliah untuk mengerjakan tugas. Sampai ia tidak menggunakan lagi. Jadilah modem ini hak paten milik saya. Sebenarnya ada lagi jaringan internet yang lain sperti wifi tapi saya tidak menggunakannya di rumah saya masih setia menggunakan modem.

                Pengalaman pertama saya menggunakan aplikasi internet yaitu saat saya MTs kelas 2 yaitu email. Email yang saya gunakan yaitu yahoo, setelah memiliki yahoo saya meminta kaka saya untuk membuatkan saya facebook. Dari facebook saya mendapat banyak teman dari luar daerah, luar pulau bahkan luar negri. Saya pernah di berikan tugas oleh guru bahasa jepang saya untuk chatting dengan orang jepang. Saya juga pernah chatting dengan orang india, laos, dan belanda. Saya berkenalan dengan mereka mengunakan aplikasi facebook. Sekarang ini saya mulai beralih dari facebook ke twitter, kebanyakan teman saya pun mengunakannya. Di kampus sendiri saya di minta untuk membuat email namun dengan menggunakan nama resmi atau tidak menggunakan bahasa gaul. Jadilah saya kembali membuat email. Tapi menggunakan gmail. Saya juga memiliki instagram tapi saya tidak rajin memposting foto di instagram saya hanya menjadi silent looking instagram orang. Saya pun memiliki tumblr yah seperti biasa saya juga tidak rajin mem posting foto di tumblr. Yahoo messenger saya juga suka menggunakan itu karena sebenarnya saya suka menggenal orang-orang baru. Saya juga memiliki skype saya mempunyai skype adalah alternative untuk dapat bertatap muka dengan teman saya yang berada di Kalimantan, lampung, medan, dan bali. Saya juga sering menggunakan youtube dan putloker untuk menonton film kesukaan saya. Saya juga sering menggunakan search engine google untuk mencari materi atau bahkan profile-profile artis yang saya sukai.

                Di tambah lagi aplikasi-aplikasi di smartphone seperti blackberry messenger atau biasa di sebut bbm mempermudah kita chatt dengan siapa saja dengan gratis tis tis. Ditambah aplikasi line yang biasa di gunakan teman sekelas untuk chat di grup masalah kampus. Whatsup juga sering saya gunakan untuk sekedar bersilaturahmi dengan keluarga. Bahkan m-bangking yang saya gunakan. Internet benar-benar mempermudah hidup kita apalagi dengan adanya smartphone kita bisa mengakses apa saja hanya dengan sentuhan jari.

                Sekian cerita pengalaman saya menggunakan internet. Terimakasih :)

Senin, 10 November 2014

SERUNYA INTERAKSI MEDIA SOSIAL



 
Pertama kalinya saya menggunakan internet waktu itu MTs kelas 2. Maklum saya tergolong anak cupu yang ga kenal teknologi dan kurang pergaulan. Waktu itupun saya di buatkan oleh kaka saya, kalo bukan karna tugas waktu itu mungkin saya tidak akan berkenalan dengan namanya facebook, twitter, instagram, tumblr, youtube, sampe koprol yang entah masih ada yang pake ga sampe sekarang. Dulu pas zaman-zamannya frendster saya baru tau dan frendster udah mau punah waktu itu dan saya baru tau. Bayangkan betapa noraknya saya. Yah maklum lah yah saya berasal dari kabupaten yang kurang dalam bidang segala-galanya di banding di kota, apa lagi buat urusan internet udah jauh bener di tambah lagi saya orang yang super duper kudet jadilah saya makin terperosok macam orang purba yang hidup di zaman modern.
                Kembali ke pertama kali saya menggunakan internet saya Cuma menggerjakan tugas mengirim email ke guru saya. Saya kurang ingat seperti apa rupa soal dan pembahasan yang saya kirimkan pada guru saya. Namun dari situ lah saya mulai di perkenalkan dengan email pertama kali akun yang saya buat dan mengirim tugas. Dari email saya mulai membuat facebook dan kebetulan tepat di depan sekolah saya ada warnet dan saya jadi sering main ke sana hanya sekedar buat cek apa ada yang meng add saya di facebook atau Cuma buat searching-serching hal ga penting. Tapi saya suka, saya suka internet menjelajahi semuanya dengan google dan bisa berkenalan dengan banyak orang bahkan orang luar negri lewat facebook. Mulai dari kenalan sama siswa yang 1 sekolahan, orang luar daerah bahkan orang luar negri. Asyik kan? Saya mulai sering buka internet terutama facebook dengan semakin banyaknya teman saya di facebook dan makin banyak notif dari facebook mulai dari komentar foto, status facebook, sampai instant chat di facebook.
                Saya semakin sering membuka facebook dan makin banyak hal yang bisa di temui melalui internet. Sampai saya lulus SMA dan mulai melanjutkan sekolah ke tingkat menengah atas. Dan ketika mendaftar di SMA favorit di kabupaten ini kaka pertama saya berjanji memberikan punishment jika saya mampu atau bisa di terima di sekolah itu. Karena memang saya ingin masuk di sekolah itu di tambah kaka saya menjanjikan smartphone jika saya bisa di trima di sekolah itu. Makin berkobarlah semangat saya untuk dapat bersekolah di sana. Sehingga saya di terima dan berada di kelas X.5 bertemu orang-orang baru dan handphone baru.
                Nah, dari smartphone yang di berikan kaka saya semakin menjadilah kegilaan saya terhadap internet. Di tambah lagi sekolah saya menyediakan wifi gratis ajimumpung banget buat saya yang uang jajannya pas-pasan buat beli empek-empek deket mesjid yang mantepnya luar biasa. Di tambah lagi laptop turunan dari kaka saya yang menjadikan saya makin maniak apa lagi dalam urusan menonton film gratis yang saya sukai melalui youtube dan putloker. Itu adalah hal yang rutin saya lakukan bahkan hinnga kini. Dan zaman pun makin berkembang, media social yang di tawarkan pun tidak hanya facebook ataupun twitter. Dari mulai youtube, tumblr, blog, flickr, koprol, path, instagram, dan lain-lain yang tersedia dalam smartphone yang makin smart dan gampang di bawa kemana-mana Cuma dalam genggaman tangan yang mempermudah kita melakukan apa saja bahkan mengirim uang yang sangat sensitive skalipun. Saya sangat berterimakasih kepada pak guru saya di MTs terdahulu yang telah memperkenalkan pada internet. Sekian cerita saya. Wassalamuallaikum J